Minggu 6 September 2026 - 22:08
Diamnya Para Pengklaim Hak Asasi Manusia terhadap Kejahatan Amerika dan Israel Tidak Dapat Diterima

Hawzah/ Sayyid Ma'sum Reza Kaifi, dengan mengkritik diamnya lembaga-lembaga internasional terhadap kejahatan dan tindakan zalim Amerika serta rezim Zionis Israel, menyatakan: Mengapa lembaga-lembaga yang mengklaim membela hak asasi manusia justru diam menghadapi penderitaan dan penindasan yang dialami bangsa-bangsa yang tertindas, dan tidak menjalankan tanggung jawab mereka terhadap kejahatan-kejahatan ini?

Berita Hawzah – Sayyid Ma'sum Reza Kaifi, mubalig dan imam Jumat Bahadur Shah Ganj, India, dalam khutbah salat Jumat-nya dengan mengkritik diamnya lembaga-lembaga internasional terhadap kejahatan dan tindakan zalim Amerika serta rezim Zionis Israel, menyatakan: Mengapa lembaga-lembaga yang mengklaim membela hak asasi manusia justru diam menghadapi penderitaan dan penindasan yang dialami bangsa-bangsa yang tertindas, dan tidak menjalankan tanggung jawab mereka terhadap kejahatan-kejahatan ini?

Di awal pidatonya, ia merujuk pada ayat "و من يتق الله يجعل له مخرجا" (Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberinya jalan keluar) dan mengatakan: Siapa yang menjalankan ketakwaan kepada Allah, maka Allah akan memberinya jalan keluar dari berbagai masalah dan kesulitan. Manusia mukmin yang bertakwa dapat terhindar dari banyak kesulitan yang sulit untuk dilepaskan darinya.

Keputusasaan; Landasan Kejatuhan Manusia

Imam Jumat Bahadur Shah Ganj selanjutnya memperingatkan tentang dampak negatif dari keputusasaan dan putus asa, dan mengatakan: Berdasarkan ajaran Al-Qur'an dan riwayat-riwayat dari para maksum (Ahlulbait as), putus asa dari rahmat Allah adalah hal yang sangat berbahaya dan dapat mendorong manusia menuju dosa dan kehancuran.

Ia merujuk pada salah satu bagian dari doa Kumail, "ارحم من رأس ماله الرجاء" yang berarti "Ya Allah, rahmatilah orang yang seluruh modalnya adalah harapan kepada-Mu", dan menyatakan: Siapa yang beriman kepada Allah, hendaknya menjadikan harapan sebagai modal utama hidupnya dan jangan pernah membiarkan rasa putus asa dan kecewa menguasai dirinya.

Sayyid Ma'sum Reza Kaifi menekankan: Kita beriman kepada pemimpin para ahli takwa, yakni Imam Ali (as), dan dengan mengikuti petunjuk-petunjuk beliau (as), kita harus memperkuat harapan kepada Allah dalam kehidupan kita.

Ulama agama ini selanjutnya mengajak orang-orang mukmin untuk mengikuti jejak Ahlulbait (as) dan mengatakan: Kita harus berusaha melakukan amal-amal yang mendekatkan kita kepada Ahlulbait (as) dan menjauhi perilaku-perilaku yang menyebabkan kita menjauh dari ajaran mereka.

Ia menambahkan: Kecintaan kepada Ahlulbait (as) tidak hanya terbatas pada ucapan lisan, tetapi harus pula tercermin dalam perilaku, akhlak, dan cara hidup seseorang.

Peringatan tentang Penyebaran Konten Tidak Pantas di Ruang Maya

Imam Jumat Bahadur Shah Ganj juga menyoroti tanggung jawab moral pengguna di ruang maya dan meminta kepada orang-orang beriman agar menghindari penyebaran dan pembagian ulang video serta materi-materi tidak pantas yang dapat merusak kehormatan seseorang atau mencoreng nama baik masyarakat.

Ia menyatakan: Jika seseorang mengirimkan konten semacam itu kepada orang lain, maka ia harus dicegah dari perbuatan tersebut, dan apabila video yang tidak pantas dari seseorang telah tersebar, maka dengan dialog dan nasihat, ia harus disadarkan akan konsekuensi dari perilaku ini.

Sayyid Ma'sum Reza Kaifi menekankan: Kita tidak boleh menjadi sarana bagi meluasnya dosa dan perilaku buruk di tengah masyarakat.

Menjadi "Husaini" Tidak Sejalan dengan Membaiat Kezaliman

Ia selanjutnya merujuk pada perkataan Imam Husain (as) yang bersabda: "مثلي لا يبايع مثله" (Orang seperti aku tidak akan membaiat orang seperti dia), dan menyatakan: Pesan dari perkataan ini tidak terbatas hanya pada satu periode sejarah tertentu, tetapi merupakan ekspresi dari sebuah prinsip abadi; yaitu bahwa manusia Husaini tidak dapat tunduk dan menyerah di hadapan kezaliman dan penyimpangan. Para pengikut ajaran Imam Husain (as) harus berdiri melawan kezaliman dan penindasan serta membela nilai-nilai kemanusiaan dan nilai-nilai ilahi.

Diamnya Para Pengklaim Hak Asasi Manusia terhadap Penderitaan Rakyat yang Tertindas

Imam Jumat Bahadur Shah Ganj di bagian lain dari khutbahnya, merujuk pada perkembangan dunia, menyatakan: Saat ini Amerika dan rezim Zionis Israel melakukan kezaliman dan penindasan di berbagai belahan dunia; namun demikian, lembaga-lembaga internasional yang selalu menggembar-gemborkan slogan pembelaan hak asasi manusia justru diam terhadap kejahatan-kejahatan ini.

Ia menekankan pentingnya membela hak-hak kaum tertindas dan mengatakan: Kaum Muslimin dan orang-orang merdeka di dunia tidak boleh diam menghadapi kezaliman dan ketidakadilan, dan harus menyuarakan penderitaan orang-orang yang tertindas kepada seluruh dunia.

Ikhlas; Syarat Berharga Amal Kebaikan

Sayyid Ma'sum Reza Kaifi di bagian akhir dengan menekankan pentingnya keikhlasan dalam amal kebaikan mengatakan: Seseorang tidak boleh melakukan amal kebaikannya untuk menarik perhatian dan pujian orang lain, melainkan tujuan dari setiap amal kebaikan haruslah meraih ridha Allah dan mencapai penerimaan di sisi-Nya.

Ia mengingatkan: Nilai sesungguhnya dari amal perbuatan seseorang bergantung pada niat dan keikhlasannya, dan seorang mukmin harus senantiasa berusaha agar amal perbuatannya semata-mata dilakukan karena ridha Allah Yang Maha Tinggi.

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha